Jawa Barat (Mitos Ikan Sidat)


17 Juni 2016

Masyarakat Jawa Barat menyebut ikan sidat sebagai ikan lubang, karena memang ikan ini gemar bersembunyi di lubang. Alkisah, ketika zaman penjajahan Jepang, masyarakat diwanti-wanti oleh tentara Jepang, "Kalau kalian menemukan ikan yang ada telinganya, sebaiknya tidak dimakan. Itu ikan setan, berbahaya untuk dimakan." Tapi lucunya, ada tambahan pesan, "pokoknya, kalau kalian temukan, segera serahkan ke kami, supaya kami musnahkan."
Padahal, konon, bukannya dimusnahkan, ikan sidat yang ditemukan masyarakat dan diserahkan ke tentara Jepang, malah diam-diam dikonsumsi oleh para tentara Jepang. Karena, mereka memang sudah sangat paham khasiat ikan sidat. Ikan sidat atau di Jepang disebut Unagi ini, memang sudah lama dikenal oleh masyarakat Jepang sebagai ikan yang berkhasiat bagus untuk kesehatan dan stamina serta untuk kecerdasan otak. Selain itu juga ikan sidat berkhasiat untuk mencegah pikun. Dengan sederet khasiat yang hebat itu, wajar saja bila orang Jepang sangat menggemari ikan sidat. Dan, di masa sedang berkuasa di Indonesia, mereka pun memanfaatkan kesempatan untuk mengonsumsi sebanyak-banyaknya ikan sidat yang ada di negeri jajahannya. Begitu para tentara Jepang itu melihat masyarakat Indonesia tidak atau belum mengenal khasiat ikat sidat, dengan cerdiknya mereka mengarang cerita tentang ikan setan itu.

Namun, masukan dari tentara Jepang sudah telanjur begitu kuat masuk dalam benak masyarakat Jawa Barat bahwa ikan bertelinga (padahal sirip) itu adalah ikan setan, membuat masyarakat merasa takut dan enggan untuk mengonsumsinya.
Belakangan, setelah ikan sidat mulai dikenal luas di Indonesia, mulailah masyarakat Jawa Barat mencari ikan sidat dan mulai mencoba mengonsumsinya. Walaupun bagi beberapa orang, terutama generasi tua, masih merasa enggan untuk mencoba, karena mitos yang sudah begitu kuat tertanam di benak mereka. Makan ikan setan? Wah, terima kasih. Masih banyak ikan lain yang layak dikonsumsi, demikian pendapat mereka. (MH)



Baca juga
  » 1 September 2016
Mari Ciptakan Generasi Hebat Lewat Sidat
Ikan Membuat Orang Jepang & Yahudi Pintar? Bukan rahasia lagi tentang tingkat kecerdasan bangsa Yahudi, dan akhir-akhir ini Jepang pun menjadi bangsa yang diakui kecerdasannya di dunia. Adalah fakta yang bahwa tingkat kecerdasan orang Jepang berada di atas rata-rata tingkat kecerdasan orang Asia lainnya. Hal ini dibuktikan dengan kemajuan teknologi (Iptek) Jepang yang mendapat pengakuan internasional dan sejajar dengan negara-negara industri maju. Selain itu orang Jepang juga dikenal tetap sehat dan memiliki gairah hidup tinggi sampai usia tua, bahkan sampai usia 80 tahun. Dari aspek gizi dan pangan, ternyata bahan pangan yang mendominasi makanan orang Jepang ialah ikan, dengan tingkat konsumsi rata-rata 60 kg per orang per tahun. Tingkat konsumsi ikan orang Indonesia masih di bawah 30 kg per orang per tahun. Sementara di Malaysia sudah mencapai 37 kg per orang per tahun. Kadar protein ikan segar atau olahan cukup tinggi, seperti cakalang 24,2%, tuna 23,7%, bandeng 21,7%, lemuru 20,2 %, ikan mas 16%, pindang 27%, ikan asap 30%, ikan asin 42-50%, udang segar 21% dan udang kering 62,4%. Kandungan lemak ikan rendah, umumnya di bawah 5%. Bandingkan dengan kandungan lemak ayam yang mencapai 25%. Ikan juga kaya akan kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan B1. Salah satu komponen gizi yang terkandung dalam ikan dan diduga berperan dalam meningkatkan kecerdasan ialah Docosa-hexaenoid-acid (DHA), yang merupakan asam lemak tak jenuh ganda berupa rantai panjang Omega-3, terdiri dari 22 aatom karbon, 32 atom hydrogen dan 2 atom oksigen.

  » 9 Juli 2016
Anak Saya Sehat & Cerdas Berkat Sidat
Suatu siang, sekitar setahun yang lalu, seorang wanita menelepon ke kantor kami. Dia mendengar bahwa ikan sidat sangat dahsyat nilai gizinya. "Saya punya balita, ingin beri dia ikan sidat, apakah aman?" Tentu saja kami sampaikan bahwa seperti juga ikan yang lain, ikan sidat sangat aman untuk dikonsumsi oleh anak-anak juga balita.

  » 26 Juni 2016
Karakter Hidup Unik Ikan Sidat
Ikan Sidat adalah ikan yang sangat unik. Ikan ini bisa hidup di air tawar maupun asin. Hal ini dipercaya yang menyebabkan metabolisme dan daya tahan tubuh ikan sidat menjadi tinggi sehingga kandungan nutrisinya pun tinggi. Ikan Sidat dewasa akan berproduksi di laut. Setelah bertelur induk ikan sidat akan mati, sementara jutaan telur sidat yang sudah menetas menjadi anak-anak ikan sidat akan bermigrasi mencari muara dan menuju air tawar dan tinggal di air tawar hingga sidat menjadi dewasa. Setelah dewasa ikan sidat akan mencari laut untuk bereproduksi, begitu terus siklusnya. Ini terbalik dari ikan salmon yang justru mencari air tawar untuk melakukan reproduksi, dan anak-anaknya yang akan bermigrasi mencari laut.

  » 12 Juni 2016
Diburu Negara Maju
Dengan keunggulan dan manfaatnya yang sangat hebat itu tak heran bila negara-negara Eropa, Amerika, Taiwan, Korea dan Jepang memburu ikan sidat sampai di Indonesia. Beberapa waktu lalu perusahaan-perusahaan raksasa di Jepang yang bergerak di bidang ikan sidat khusus datang ke Indonesia untuk menyampaikan permintaan impor ikan sidat dari Indonesia, baik ikan sidat segar (yang masih hidup) maupun yang sudah dalam bentuk olahan seperti Unagi Kabayaki. Berbeda dengan di Indonesia, bisnis ikan sidat di Jepang melibatkan perusahaan-perusahaan multinasional raksasa seperti Mitsui, Marubeni, Sasakana dan lainnya. Ikan sidat yang secara besar-besaran dikembangkan di luar negeri, biasanya benihnya berasal dari Indonesia yang secara sembunyi-sembunyi diseludupkan dan dikembangkan di sana.

  » 10 Juni 2016
Manfaat Hebat Sidat
Ketika mengenal ikan sidat pertama kali, saya terpana dengan paparan gizi yang dikandungnya. Ternyata ikan yang bentuknya kurang cantik ini memiliki keunggulan yang jauh melebihi belut bahkan ikan salmon. Awalnya saya masih ragu, tapi setelah saya cari dari berbagai sumber, memang semua menguatkan data keunggulan ikan sidat.